Equalizer

Equalisation sebaiknya dipergunakan dengan hati-hati karena ini adalah tool yg berbahaya. Banyak SE yang baru belajar coba kutak katik EQ dari mixing sampai mastering. Kebanyakan EQ akhirnya sound malah jadi hancur dan hilang detail nya. Supaya optimal, 2 hal yg harus dikuasai sebelum kita meng EQ : 

  • Pertama cara tracking yg baik, dan mendapatkan sound yg diinginkan sewaktu recording. Misalnya dengan microphone placement atau tuning instrument nya.
  • Kedua adalah mengenali atau hapal frekuensi. Jadi saat meng EQ bisa tepat membetulkan masalah di frekuensi nya. Tidak meluber kemana-mana. Untuk mengenali frekuensi caranya adalah Ear Training. 

Inti nya adalah : Gunakan Equalisation hanya saat diperlukan saja.
Saat melakukan equalisasi, kita akan lebih sering meng cut daripada mem boost karena Equalisation banyak kita pakai untuk mengurangi frekuensi yang nabrak atau tidak enak. Tentu boost juga kadang dipakai, misalnya ada karakter instrument di frekuensi tertentu yg ingin kita tonjolkan.


Usahakan untuk tidak men solo kan instrument saat melakukan EQ, melainkan sebaiknya instrument lain nya juga dinyalakan. Karena apabila di solo kita tidak mengetahui interaksi nya dengan instrument lain nya. Misalnya track gitar yang terdengar full dan tebel waktu solo begitu di campur dengan bass ternyata low nya nabrak. Hasil mix jadi muddy karena kebanyakan low frekuensi.


Kadang ada juga instrument yg terdengar tipis begitu digabung dengan instrument lain yg terdengar mendem hasil gabungan kedua nya malah jadi enak. Begini lebih bagus karena kedua instrument tersebut tidak kehilangan karakter nya masing2 dan tiap instrument menempati frekuensi nya sendiri. Nanti saat mixing tinggal diatur saja volume yg diperlukan supaya pas kedengaran nya.

Graphical EQ :

Graphical EQ ini banyak digunakan awam karena penggunaan nya sangat mudah. Tiap fader nya adalah pengatur gain pada frekuensi yang sudah ditentukan. Misalnya kita mau memotong frequency 200 hz, maka tinggal cari fader frekuensi tersebut lalu diturunkan. Kerugian nya adalah kalau ingin detail maka kita membutuhkan banyak fader. Misalnya bisa kita lihat pada gambar diatas. Satu fader untuk mengatur gain frekuensi 20 hz, satu untuk 25 hz, satu lagi untuk 31 hz, dst nya.

Untuk kegiatan mixing dan mastering graphical EQ ini tidak praktikal sehingga para Sound Engineer menggunakan EQ jenis lain yaitu parametric EQ. Parametric EQ ini memiliki keuntungan yaitu kita bisa mengatur semua aspek frekuensi secara fleksibel, menggunakan beberapa setting saja.

Parametric EQ :

Parametric EQ ini banyak dipakai para mixing dan mastering Engineer. Apabila kita lihat gambar diatas maka ada 3 control yang bisa kita mainkan untuk mendapatkan sound yang diinginkan. Ke 3 control tersebut adalah :

  • Frequency. Terkadang disingkat F saja. Nilai F ini artinya di frequency berapa yang mau kita rubah (di cut atau di boost). Untuk mengatur nilai F ini kita gunakan satuan hz.
  • Gain. Terkadang disingkat G saja. Nilai G ini artinya berapa banyak kita akan cut atau boost pada frequency yang sudah kita tentukan sebelumnya. Untuk mengatur nilai G ini kita gunakan satuan dB. Misalnya kita menentukan frequency adalah 5 khz, akan tetapi G nya masih 0 dB. Maka suara nya tidak akan berubah. Apabila mau kita cut maka gunakan angka minus misalnya -3 dB dan apabila mau kita boost gunakan angka plus misalnya 5 dB.
  • Bandwith atau disebut Q. Nilai Q ini adalah lebarnya daerah yg terkena EQ. Semakin tinggi Q nya, semakin sempit wilayah yang terkena EQ. Begitu juga sebaliknya semakin rendah Q nya, maka semakin lebar wilayah yang terkena EQ. Untuk jelas nya mari kita lihat gambar dibawah

 

Belajar Parametric Equalizer dalam 3 langkah

Setelah membaca keterangan F, Q, dan G diatas, maka langkah selanjutnya adalah praktek langsung. Karena sekali lagi Equalizer membutuhkan ear training, mari kita mulai saja :

Step 1

Pertama kali kita akan mempelajari yang namanya High Pass Filter dan Low Pass Filter. Cara memasangnya sangat mudah yaitu kita hanya perlu menentukan F atau frequency nya saja.

  • High Pass Filter artinya semua frequency dibawah F yang kita tentukan akan dibuang
  • Low Pass Filter artinya semua frequency diatas F yang kita tentukan akan dibuang

Untuk contoh gambar High Pass Filter dibawah, bisa kita lihat bahwa kita cukup menyetel F nya saja di 100 hz, maka semua frequency dibawah 100 hz akan dibuang. Mari di praktekkan sambil mendengarkan dengan merubah-rubah nilai F nya. Misalnya 200 hz, 300 hz, dsb nya.

Untuk contoh gambar Low Pass Filter dibawah, bisa kita lihat bahwa kita cukup menyetel F nya saja di 8000 hz, maka semua frequency diatas 8000 hz akan dibuang. Mari di praktekkan sambil mendengarkan dengan merubah-rubah nilai F nya. Misalnya 7000 hz, 6000 hz, dsb nya.

Step 2.

Langkah kedua adalah mempelajari High Shelf dan Low Shelf EQ. Apabila tadi di step 1 kita cuma menggunakan F saja, maka untuk menyetel Low Shelf dan High Shelf EQ kita akan menggunakan dua parameter yaitu F dan G

  • Low Shelf EQ artinya semua frequency dibawah F yang kita tentukan, akan di cut atau boost menurut G yang kita tentukan.
  • High Shelf EQ artinya semua frequency diatas F yang kita tentukan, akan di cut atau boost menurut G yang kita tentukan.

Untuk gambar Low Shelf EQ dibawah, bisa kita lihat setelan nya adalah semua frequency dibawah 150 hz dipotong sebesar -6 dB. Mari di praktekkan sambil merubah rubah nilai F dan G nya. Misalnya apabila F dirubah menjadi 200 hz dan G dirubah menjadi 3 dB artinya semua frequency dibawah 200 hz akan di boost sebanyak 3 dB.

Untuk gambar High Shelf EQ dibawah, bisa kita lihat setelan nya adalah semua frequency diatas 7500 hz di boost sebesar 5 dB. Mari di praktekkan sambil merubah rubah nilai F dan G nya. Misalnya F dirubah menjadi 6000 hz dan G bisa juga dirubah menjadi minus.

Step 3.

Langkah terakhir adalah kita akan meng EQ wilayah tengah menggunakan yang namanya Bell EQ. Dan untuk Bell EQ ini kita akan menggunakan ketiga parameter yaitu F, Q, dan G yang fungsinya masing2 sudah dijelaskan pada artikel pendahuluan diatas.

Mari kita langsung mulai saja. Dari gambar Bell EQ dibawah bisa kita lihat bahwa F : 1500 hz di boost sebanyak G : 8 dB, dengan bandwith Q : 1

Selanjutnya mari kita berlatih EQ pertama dengan merubah nilai F nya, lalu merubah nilai G nya, terakhir dengan merubah bandwith nya misalnya menjadi 0.5 atau 2.

Selamat Mencoba!!

 

Dilarang meng copy artikel tanpa seijin penulis (Rudi Dolphin)