Mixing Secara Mudah

Step 1.
Mulai mixing sebagus-bagus nya hanya menggunakan level dan panning. 

Step 2.
Terus pasang dehh reverb. Supaya hemat CPU pasanglah reverb di aux send / FX channel. Jangan lupa mix nya di set ke 100% / wet. Untuk aman nya Reverb Time / sustain / decay atur antara 1.5 s/d 2.5 seconds. Diatas 3 seconds sepertinya terlalu panjang. Karakteristik nya ambil mid atau agak high aja. Kalau reverb standard cubase, pasang aja low damping standard, terus high damping -3 dB. 

Step 3. 
Sesudah itu mulai deh cari instrument yang dinamika nya terlalu lebar. Artinya terkadang terdengar, terkadang tertutup musik. Bisa juga terkadang volume nya pas, terkadang terlalu keras. Begitu ketemu, langsung deh pasang compressor di "insert" nya instrument tersebut. 
Saat penggunaan compressor, yang harus diperhatikan adalah lampu "Gain Reduction". "GR" yaitu berapa dB signal yang telah dipotong compressor. Kalau lampu "GR" sudah menyala artinya compressor bekerja. Attack Time boleh taruh 20 ms, Release Time 80 ms. 

Step 4. 
Ada instrument yang bertabrakan freq nya? Atau sound nya ngga cocok di hati? Saat nya gunakan EQ. Pertama kali perhatikan sound asli nya, lalu cari masalah nya ada dimana. Lebih baik meng-cut daripada boost.

  • Misalnya sound nya menggulung / kebanyakan low, pasanglah low shelf EQ. Coba pasang di Frequency 150 dan Gain : -6 dB. Lalu pelan2 ubah nilai f nya sampai ketemu frequency yang dimaksud. Setelah itu baru ubah G nya untuk menentukan berapa dB yang akan dipotong.
  • Misalnya sound nya terlalu bright / nyerang di kuping, pasanglah high shelf EQ. Prinsip nya sama spt di atas, coba di Frequency sekitar 8 kHz keatas.
  • Untuk Mid frequency, boleh pakai Bell EQ. Parameter nya ada 3 yaitu f untuk frequency nya, g untuk gain nya, dan Q untuk bandwith nya.

Dilarang meng copy artikel tanpa seijin penulis (Rudi Dolphin)