Preamp bawaan Converter

Preamp Bawaan Converter jaman sekarang sudah dilengkapi preamp yg kualitas cukup baik. Jadi asal kita dapat gain yg cukup sebenarnya pakai preamp bawaan converter sudah bagus koq. Biasanya sound nya terdengar netral tanpa coloring, dan cukup detail. 

Apabila gain diputar posisi skt jam 12, signal sudah cukup hot ( peak mencapai skt -6 dBFS ) artinya preamp dan mic sudah cocok. Maksimum skt angka jam 3 masih oke. Kalau sampai mau mentok tapi signal belum naik artinya preamp tidak kuat. Tapi biasanya skt angka 2 saja sudah dapat gain yang bagus.

Misalnya ternyata saat mendapatkan signal yang bagus, tombol gain diputar cukup jauh lalu terkadang kita jadi ragu. Cara terbaik adalah mengecek dynamic range dari hasil rekaman kita. 

Dynamic range hasil rekaman kita adalah selisih antara noise floor dan peak signal yang kita miliki. Sama juga dengan S/N Ratio dari converter kita dikurangi headroom = dynamic range yg kita miliki. Seringkali kita dapatkan noise floor di spek converter misalnya -109 db tapi begitu kita colok microphone dan angkat gain biasanya turun. Dengan keadaan microphone menyala dan gain dibuka apabila mendapatkan nilai -100 atau -90 dB itu sudah cukup baik

Step 1. Putar gain (sambil vocalist bernyanyi) sampai didapat signal yang bagus. Headroom sekitar 8 dB artinya peak maksimal posisi -8 dBFS

Step 2. Merekam sekali lagi kosong saja tanpa si vocalist bernyanyi. Tapi posisi knob gain jangan dirubah

Step 3. Mengecek dynamic range dari hasil rekaman kita. Apabila peak berada di -8 dBFS dan noise floor di -80 dBFS bisa dibilang hasil rekaman kita memiliki 72 dB dynamic range, ini cukup bagus. Patokan nya semakin besar dynamic range yg kita dapatkan, maka semakin bening dan bebas noise hasil rekaman kita. Minimal adalah sekitar 60 dB, apabila lebih rendah dari itu maka akan terdengar bunyi "hiss" 

Memakai Preamp Tambahan

Ada SE yg menyukai color / tone tertentu dari sebuah preamp yg sudah ada built in EQ dan Compressor. Jadi preamp tambahan kalau cuma punya satu (apalagi kalau mono channel) biasanya paling sering dipakai untuk take vocal dan bass. Dengan demikian vocal dan bass memiliki karakter yg berbeda dari instrument lain nya. Nanti waktu mixing juga lebih gampang

* Preamp yg bagus kelihatan waktu dia di bypass EQ dan Compressor nya. Jadi prinsipnya "wire with gain" apalagi kalau pakai mic bagus. Semua yg ditangkap microphone tetap terdengar dengan detail serta tidak ada nuansa yg hilang

* Routing apabila menggunakan preamp tambahan adalah line out preamp external masuk ke line in converter kita. Beberapa preamp external memiliki line out dengan koneksi XLR. Walaupun XLR, tetap saja signal yang keluar adalah line level bukan microphone level. Jadi untuk yang memiliki preamp external dengan XLR output, jangan sekali-kali menggunakan kabel mic lalu mencolokkan nya ke mic input converter anda karena dipastikan akan peak / nge klip / terdengar distorsi. Apabile line input di converter adalah TRS maka solusi nya membuat sebuah kabel XLR to TRS

Dilarang meng copy artikel tanpa seijin penulis (Rudi Dolphin)